Docker

Docker merupakan sebuah project open-source yang menyediakan platform terbuka untuk developer maupun sysadmin untuk dapat membangun, mengemas dan menjalankan aplikasi. Sesuai dengan selogan mereka yaitu Build, Ship and Run any App, Anywhere, teknologi container ini memiliki cara kerja mengikat sebuah program beserta librarynya, file konfigurasi dan semua yang dibuthkan. Perbedaan virtualisasi dan container adalah container memiliki ukuran file yang jauh lebih kecil jika dibandingkan dengan virtualisasi berikut gambaran berbedaan antara container (Docker) dan Virtualisasi. 

 

Simple Docker

Disini kita akan membuat Dockerfile yang hanya berisi apache-server berikut langkah-langkahnya:

Pertama Install dan jalankan docker untuk Linux, Windows dan OSX. lihat di halaman dokumentasi docker https://docs.docker.com/engine/installation/

Langkah kedua buat folder dengan nama misal “Docker” kemudian didalam folder tersebut buat folder dengan nama src file index.php seperti dibawah ini

<?php
     
     echo 'Hello World';

kemudian buat Dockerfile dengan ketentuan nama file “Dockerfile” susunan folder kurang lebih seperti.

DockerFolder

Kemudian pada file Dockerfile tuliskan kode sebagai berikut:

FROM php:7.0-apache

COPY src/ /var/www/html/

EXPOSE 80:80

FROM disini dimaksudkan untuk memilih repository yang akan kita gunakan disini saya menggunakan php versi 7.0 dengan php server apache, yang diambil dari https://hub.docker.com dihalaman tersebut kita juga dapat menggunkan repository yang lain.

Contoh repository yang kita yang digaris berwarna merah, cara-cara penggunaan repository dapat berbeda beda dari repository yang kita gunakan, cara penggunaan dapat dilihat pada reference repository tersebut.

COPY disni digunakan untuk menyalin folder sre kedalam folder html yang ada pada docker engine yang kita buat nanti.

EXPOSE disini dimaksudkan untuk membinding port yang akan kita gunakan disini kita menggunakan port 80.

Setelah membuat Dockerfile langkah selanjutnya adalah mem-build Dockerfile tersebut yang pertama masuk kedalam directory Dockerfile yang sudah dibuat kemudian jalankan perintah berikut:

docker build -t namacontainer. 

Tanda titik disini menandakan Dockerfile yang akan di build berada didalam folder tersebut. 

Jalankan docker container dengan perintah:

docker run -p 80:80 namacontainer

diikuti dengan membuka browser kalian kemudian ketik localhost/ ctrl+c untuk menghentikan container yang berjalan.

Jika berhasil maka akan tampil

hasil

Share :

0 Komentar

Berikan Komentar

*Komentar yang memuat konten kurang pantas akan dihapus secara permanen



Apabila Anda ingin membuat artikel untuk kami sertakan dalam daftar artikel website kami, silakan submit artikel Anda disini

Rack Edan, Rack Spira